Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

HEMATOLOGI I (Pembekuan Darah dan Anti Koagulansia)

HEMATOLOGI Hematologi adalah ilmu yang mempelajari tentang marfologi darah dan jaringan pembentuk darah. Salah satu contoh penyakit yang berhubungan dengan kekurangan darah adalah Anemia. Anemia adalah istilah yang menunjukan rendahnya hitungan sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit hingga di bawah normal (Smeltzer, 2002 : 935). Dengan demikian anemia bukan merupakan suatu diagnosis atau penyakit, melainkan merupakan pencerminan keadaan suatu penyakit atau gangguan fungsi tubuh dan perubahan patofisiologis yang mendasar yang diuraikan melalui anamnesa yang seksama, pemeriksaan fisik, dan informasi laboratorium. Penyebab tersering dari anemia adalah kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk sintesis eritrosit, antara lain: besi, vitamin B12 dan asam folat. Selebihnya merupakan akibat dari beragam kondisi seperti perdarahan, kelainan genetik, penyakit kronik, keracunan obat, dan lain-lain. Batas bawah dari nilai normal untuk wanita dan laki – laki dewasa berbeda...

ANTIHISTAMIN II (Turunan Propilamin dan Turunan Fenotiazin)

Gambar
Postingan kali ini akan melanjutkan materi pada postingan sebelumnya, jadi buat yang belum membaca materi sebelumnya bisa mampir lebih dahulu ya J   ANTIHISTAMIN Antihistamin adalah zat-zat yang dapat mengurangi atau menghalangi efek histamin terhadap tubuh dengan jalan memblok reseptor- histamin. Antihistamin generasi pertama telah dikaitkan dengan efek samping, terutama sedasi. Sedangkan antihistamin generasi kedua lebih disukai dari pada obat generasi pertama, karena memiliki efek samping yang lebih sedikit, terutama sedasi (Poluzzi et al., 2015). Berikut adalah struktur dari histamin dan antihistamin : Berdasarkan strukturnya antihistamin digolongkan menjadi:             A. Eter amino alkil (etanolamin eter)             B. Etilen diamin             C. Turunan Propilamin       ...

ANTIHISTAMIN I (Turunan Kolamin dan Turunan Etilendiamin)

Gambar
Histamin adalah mediator kimia yang dikeluarkan pada fenomena alergi. Penderita yang sensitif terhadap histamin atau mudah terkena alergi disebabkan jumlah enzim-enzim yang dapat merusak histamin di tubuh, seperti histaminase dan diamino oksidase, lebih rendah dari normal. Histamin tidak digunakan untuk pengobatan, garam fisfatnya digunakan untuk mengetahui berkurangnya sekresi asam lambung, untuk diagnosis karsinoma lambung dan untuk kontrol positif pada uji alergi kulit (Siswandono, 2016) Alergen dapat bermacam-macam, mulai dari bulu hewan, makanan tertentu, hingga debu. Sistem imun tubuh melihat alergen sebagai ancaman dan mengeluarkan histamin, sehingga pada akhirnya menimbulkan reaksi alergi. Reaksi alergi yang kita alami dapat berupa gatal-gatal, bersin, atau mengeluarkan air mata. Antihistamin merupakan obat yang sering dipakai dibidang dermatologi, terutama untuk kelainan kronik dan rekuren. Antihistamin adalah zat yang dapat mengurangi atau menghalangi efek hista...